Studi Kasus CITYROVER
Kotapraja Raja, ON
Menyetir. Deteksi. Menentukan.
Ringkasan
Kotapraja Raja memulai kemitraan dengan CITYROVER untuk program percontohan guna meningkatkan pemeliharaan semua infrastruktur terkait jalan raya.
Setelah menyelesaikan program percontohan, Kotapraja Raja memutuskan untuk melanjutkan kemitraannya dengan CITYROVER dan saat ini menggunakan dua kamera CITYROVER untuk membantu pemindaian infrastruktur jalan dan menyederhanakan operasi pemeliharaan.
Keterbatasan Metode Sebelumnya
Sebelumnya, Kotapraja Raja menerapkan metode pemeliharaan jalan yang sangat bergantung pada lembar patroli kertas untuk melaporkan dan mencatat bahaya di jalan raya serta perbaikannya. Proses ini melibatkan staf kota yang akan melakukan patroli inspeksi rutin untuk mengidentifikasi permasalahan infrastruktur jalan, seperti lubang atau lubang got yang rusak.
Setelah menemukan kekurangan, inspektur harus menghentikan kendaraan sepenuhnya dan keluar untuk mencatat rincian deteksi untuk diproses nanti. Namun, metode ini melelahkan dan rentan terhadap inefisiensi seperti deteksi yang terlewat atau terlupakan, sehingga menyebabkan waktu perbaikan yang lama dan paparan risiko yang berkepanjangan bagi semua pengguna jalan.
Tantangan
Township of King adalah kota terbesar di Wilayah York dengan luas sekitar 360 km persegi (140 mil persegi) dan merupakan rumah bagi lebih dari 27,000 penduduk. Ini terdiri dari empat wilayah berbeda (King City, Nobleton, Schomberg, dan Holland Marsh), dengan hanya satu halaman pekerjaan umum yang bertugas memelihara jaringan jalan dalam yurisdiksi Kotapraja. Oleh karena itu, meningkatkan efisiensi proses inspeksi dan perbaikan yang ada merupakan hal yang sangat penting.
Operasi jalan Kotapraja King awalnya bergantung pada proses berbasis kertas untuk pelaporan dan pencatatan.
Inspeksi memakan waktu, rawan kesalahan dan membosankan, sehingga mengharuskan anggota staf untuk mengatur antara mengemudi dan mensurvei kondisi infrastruktur jalan, sehingga berkontribusi pada siklus inspeksi yang lebih lama dan paparan risiko yang berkepanjangan bagi semua penumpang dan pengawas. Hal ini mengakibatkan alur kerja pemeliharaan menjadi lambat dan tidak efisien.
Rincian laporan diserahkan kepada kebijaksanaan operator mengenai tingkat keparahan dan tindakan apa yang diperlukan untuk perbaikan.
Solusi
Untuk mengatasi keterbatasan ini, Kotapraja Raja memulai program percontohan pada tahun 2022 untuk mengintegrasikan sistem kamera pintar CITYROVER ke dalam pengoperasian jalan raya. Solusi ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mengotomatiskan pemeriksaan infrastruktur jalan dan pemeliharaan aset.
Selama uji coba, dua alat pendeteksi CITYROVER ditempelkan di kaca depan kendaraan patroli kota. Kamera-kamera ini bertindak sebagai sepasang mata kedua, yang hanya fokus pada identifikasi kerusakan aset jalan dan pencatatan permasalahan infrastruktur. Data yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk secara otomatis menghasilkan laporan insiden, yang dapat ditinjau hampir secara real-time melalui antarmuka web.
Dengan melakukan survei aset jalan secara berkala dan konsisten, Pemerintah Kota dapat dengan cepat menilai dan menentukan tindakan terbaik untuk rencana perbaikan yang lebih cepat dan efektif.
- Program percontohan ini menyederhanakan survei dan inspeksi jalan dengan memasang perangkat deteksi pada kendaraan patroli yang ada.
- Pendekatan ini menghasilkan proses yang lebih cepat dan efektif karena pengumpulan data yang otomatis dan pasif.
- Didorong oleh keberhasilan program ini, Kotapraja Raja memutuskan untuk mengoperasionalkan CITYROVER dalam operasi pemeliharaan jalannya.
Perencanaan Perbaikan yang Dioptimalkan
Penerapan CITYROVER telah memungkinkan Kotapraja Raja untuk menghitung jumlah pasti kekurangan pada jalan aspal dan jalan berkerikil dalam yurisdiksinya, sehingga menghasilkan laporan yang akurat kepada dewan mengenai kemajuan pemeliharaan jalan.
Hemat Waktu
Pengenalan AI ke dalam operasi pemeliharaan telah menghilangkan kesalahan manusia dalam mendeteksi masalah infrastruktur jalan, dan mempercepat proses perbaikan. Waktu perbaikan yang lebih singkat pada akhirnya menurunkan risiko paparan terhadap petugas pemeliharaan dan penumpang, sehingga menghasilkan jalan yang lebih aman bagi semua penumpang.


