CITYROVER untuk Departemen Transportasi Negara Bagian
Kecerdasan Koridor Berbasis AI untuk Transportasi yang Didorong oleh Data.
Jalan Raya yang Lebih Aman. Inspeksi yang Lebih Cerdas.
Ringkasan
Departemen Perhubungan Negara Bagian mengelola ribuan mil jalan raya, aset, dan infrastruktur keselamatan, seringkali dengan sumber daya inspeksi yang terbatas dan data yang terfragmentasi. Inspeksi rutin memakan waktu, dan masalah kritis dapat luput dari perhatian di antara siklus survei.
CITYROVER mengubah armada dan kendaraan inspeksi yang ada menjadi platform kecerdasan bergerak. Kamera bertenaga AI terus-menerus menangkap citra jalan raya dan secara otomatis mengidentifikasi kondisi infrastruktur, bahaya, dan risiko keselamatan.
Hal ini memungkinkan lembaga DOT untuk beralih dari inspeksi berkala ke survei visibilitas koridor berkelanjutan yang mendukung pemeliharaan proaktif, peningkatan keselamatan, dan operasi transportasi berbasis data.
Perkuat Operasi Jalan Raya dengan Kecerdasan Buatan
Pantau kondisi perkerasan jalan, termasuk retakan, lubang, dan kerusakan permukaan.
Mendeteksi kerusakan pagar pembatas jalan, benturan penghalang, dan bahaya di tepi jalan.
Identifikasi rambu lalu lintas yang hilang, terhalang, atau rusak.
Keausan garis lintasan, pudarnya marka jalur, dan masalah visibilitas.
Kumpulkan puing-puing jalan raya, perkemahan, atau penghalang koridor.
Mengumpulkan citra jalan raya yang diberi geotag secara otomatis untuk catatan inspeksi.
Mengintegrasikan pengamatan jalan raya dengan sistem GIS dan manajemen aset.
Mendukung pemantauan koridor menggunakan kendaraan inspeksi dan armada yang ada.
Aplikasi Operasional
Pemantauan Koridor Jalan Raya
Memantau kondisi jalan raya secara terus menerus di seluruh koridor negara bagian menggunakan pengumpulan data kendaraan yang didukung AI.

Visibilitas Infrastruktur Lalu Lintas
Kondisi rambu lintasan, visibilitas marka jalur, dan kerusakan pagar pembatas yang memengaruhi keselamatan.

Identifikasi Keselamatan & Bahaya
Mendeteksi bahaya di jalan raya seperti puing-puing, penghalang, atau infrastruktur yang rusak.

Manajemen Perkerasan & Permukaan Jalan
Identifikasi lubang, retakan, dan kerusakan permukaan untuk mendukung perencanaan siklus hidup perkerasan jalan.

Perencanaan Pemeliharaan
Menghasilkan laporan berbasis lokasi untuk mendukung prioritas perintah kerja dan penjadwalan pemeliharaan.

Manajemen Risiko & Dukungan Klaim
Rekam citra jalan raya dengan cap waktu untuk mendukung investigasi dan dokumentasi pertanggungjawaban.
Aplikasi Operasional
Pemantauan Koridor Jalan Raya
Memantau kondisi jalan raya secara terus menerus di seluruh koridor negara bagian menggunakan pengumpulan data kendaraan yang didukung AI.

Manajemen Perkerasan & Permukaan Jalan
Identifikasi lubang, retakan, dan kerusakan permukaan untuk mendukung perencanaan siklus hidup perkerasan jalan.

Visibilitas Infrastruktur Lalu Lintas
Kondisi rambu lintasan, visibilitas marka jalur, dan kerusakan pagar pembatas yang memengaruhi keselamatan.

Manajemen Perkerasan & Permukaan Jalan
Identifikasi lubang, retakan, dan kerusakan permukaan untuk mendukung perencanaan siklus hidup perkerasan jalan.

Perencanaan Pemeliharaan
Menghasilkan laporan berbasis lokasi untuk mendukung prioritas perintah kerja dan penjadwalan pemeliharaan.

Manajemen Risiko & Dukungan Klaim
Rekam citra jalan raya dengan cap waktu untuk mendukung investigasi dan dokumentasi pertanggungjawaban.
Dampak Departemen
Operasi Transportasi
Meningkatkan visibilitas di sepanjang koridor jalan raya untuk mengidentifikasi risiko keselamatan dan masalah infrastruktur.
Pemeliharaan Infrastruktur
Prioritaskan perbaikan menggunakan wawasan berbasis lokasi dan kondisi jalan raya yang dideteksi oleh AI.
Manajemen Aset
Meningkatkan inventaris aset dan pemantauan kondisi untuk infrastruktur jalan raya.
Perencanaan & Rekayasa
Gunakan data jalan raya historis untuk mendukung perencanaan infrastruktur dan program modal.
Risiko & Klaim
Menyimpan catatan inspeksi dan citra historis untuk mendukung investigasi klaim.
Capaian Hasil
Identifikasi bahaya di jalan raya dan kerusakan infrastruktur yang lebih cepat.
Pengurangan persyaratan inspeksi manual di seluruh jaringan jalan raya besar.
Peningkatan prioritas kegiatan pemeliharaan dan perbaikan.
Dokumentasi yang lebih kuat untuk manajemen risiko dan pembelaan terhadap klaim.
Peningkatan visibilitas koridor di seluruh sistem transportasi negara bagian.
Peningkatan kapasitas operasional dengan menggunakan kendaraan inspeksi yang sudah ada.
Peningkatan keselamatan jalan raya dan keandalan infrastruktur.











